Jumat, 22 Oktober 2010

Ilmu Ekonomi

APAKAH ILMU EKONOMI ITU?
Masa Silam
Sebagai salah satu cabang dari pohon Ilmu Pengetahuan yang amat besar dan luas, ilmu ekonomi diberi gelar sebagai the oldest art, and the newst science, atau kalau diterjemahkan, ekonomi adalah seni yang tertua dan ilmu pengetahuan yang termuda. Sebenarnyalah demikian, masalah-masalah ekonomi lahir serentak dengan terbitnya matahari kemanusiaan puluhan ribu tahun yang silam. Tidak ada satu cabang ilmupun yang lebih tua atau lebih dahulu lahir dari padanya.
Hal ini akan tampak kian jelas jika kita ikuti pendapat Georg Friedrich List (1789-1846), seorang ahli ekonomi bangsa Jerman, yang membagi tahap-tahap kehidupan ekonomi manusia sebagai berikut:
1. Perburuan dan Perikanan
2. Peternakan
3. Pertanian
4. Pertanian dan Kerajinan setempat
5. Pertanian, industry, perniagaan internasional.
Pembagian list ini memberikan kesan kepada kita, bahwa pemecahan maslah-maslah ekonomi (economic problems) telah dilakukan oleh orang-orang penghuni pertama bumi ini, dalam bentuk perburuan dan perikanan.
Ilmu ekonomi itu sendiri lahir puluhan ribu tahun sesudah hari pertama terbitnyafajar kemanusiaan itu sendiri; sesudah mengalami pengolahan dan pemikiran dari berbagai ahli piker, filosof, cendekiawan, serta negarawan-negarawan terkemuka, dan seiring dengan berjalannya waktuyang senantiasa merambat, membawa manusiaberikut pemikirannya kearah yang makin lama makin maju.

Istilah
Peristiwa pertama yang menandai akan lahirnya ilmu baru yang bernama ilmu ekonomi adalah munculnya istilah ekonomi itu sendiri.
Itu terjadi ribuan tahun yang lalu, berates-ratus tahun sebelum kelahiran Nabi Isa Almasih. Entah pada zaman apa, masa pemerintahan raja siapa serta oleh siapakah istilah ekonomi itu untuk pertama kalinya dilontarkan, tidak ada orang yang dengan pasti mengetahuinya. Yang jelas hanyalah, bahwa istilah ekonomi itu lahir di Yunani (Greek), dan dengan sendirinya istilah ekonomi itu pun berasal dari kata-kata bahasa Yunani pula. Asal katany adalah Oikos Nomos. Alangkah sulitnya mencari terjemahan yang tepat untyuk kata-kata itu. Tetapi orang-orang Barat menerjemahkan dengan Management of housebold or estate (tata laksana rumah tangga atau pemilikan).
Di antara nama-namanya terdapatlah nama Aristoteles (384-322 sebelum masehi), murid terkasih Plato dan cucu murid Socrates. Aristoteles adalah seorang ahli matematika, ilmu pasti dan alam. Seorang sosiolog dan psikolog. Bahkan lebih dari itu semua ia adalh seorang ulama yang paham benar akan agama, moral dan etika. Ia adalah guru bagi Iskandar Zulkarnain yang Agung dari Macedonia.
Selama hidupnya, Aristoteles telah menulis banyak sekali buku tentang segala sesuatu yang dilihat dirasa, dan pikirannya. Karena Yunani memiliki Aristoteles inilah maka Oikos Nomos tidak berhenti berkembang. Aristoteles telah berusaha memperkembangkannya. Di antara buku-bukunya yang paling banyak memuat uraian tentang ekonomi adalah buku-bukunya yang berjudul Politika dan Etika Nicomachea. Para ahli ekonomi zaman sekarang ini member gelar Aristoteles sebagai The ”First” Economist, Ahli ekonomi”Pertama”.



Batasan
Sekarang ini, ekonomi telah mantap kedudukan dan bentuknya sebagai ilmu, sebagai salah satu anggota dari Bangunan Ilmu Pengetahuan yang besar.
Tetapi, apakah ilmu ekonomi itu? Sejauh ini kita telah membicarakan kisah munculnya ekonomi ke dalam peradaban manusi, tetapi kita bahkan belum mengetahui, apakah batasan atau definisi daripada ilmu ekonomi itu sendiri.
Tentang batasn atau definisi ilmu ekonomi itu sendiri, banyak pulalah para ahli yang telah menyumbangkan pikirannya, untuk merumuskan definisi ilmu ekonomi. Masing-masing pendapat itu berusaha untuk mencakup seluruh bidang ekonomi yang sebenarnyalah terlampau luas. Namun, seperti juga setiap definisi lainnya atau batasan untuk apa pun juga yang ternyata tidak ada yang dapat mencakup seluruh bidang yang didefinisikannya, demikian pun dengan batasan ilmu ekonomi ini, yang betapun diusahakan, tetapi toh tidak akan dapat mencakup seluruh bidang ekonomi yang luas itu. Akan kita dapati nanti, bagian-bagian dari ilmu ekonomi yang tidak tercakup oleh definisinya. Demikianlah memang sifat setiap definisi, sehingga kalau ingin mendapatkan definisi yang lengkap dan sempurna, maka definisi ilmu ekonomi itu adalah ilmu sendiri.
Yang paling terkenal di antara kian banyak definisi atau batasan ilmu ekonomiitu adalah sebagai berikut ini. Ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berdaya upaya untuk memberikan pengetahuan dan pengertian tentang gejala-gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai kemakmuran.
Itulah definisi ilmu ekonomi yang pertama, tetapi definisi yang baru saja tersebut di atas itu tidak lebih daripada sebuah definisi “ringan”, sebuah definisi yang disediakan untuk orang-orang awam: sedangkan yang kita perlukan adalah sebuah definisi yang memadai.
Dalam hal ini Professor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute off Technology, telah mengumpulkan sekurang-kurangnya enam buah definisi dari berbagai ahli lain. Keenam definisi itu masing-masing adalah:
1. Ilmu ekonomi, atau ekonomi politik (political economy), adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang, dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia;
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai-bagai barang(misalnya gandunm, daging, mantel, perahu layar, konser music, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan (membagikan)nya kepada berbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi;
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan;
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisir kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya;
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan;
6. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Kita lihat keenam (bahkan tujuh dengan yang pertama tadi) definisi diatas. Seakan masing-masing definisi mengandung kebenaran yang berdiri sendiri, sehingga seakan-akan terdapat enam atau tujuh definisi yang sama sebenarnya, untuk ilmu ekonomi. Tetapi sesungguhnya bukan hanya enam atau tujuh definisi seperti diatas itu sajalah untuk ilmu ekonomi ini.
Professor Samuelson sendiri menyatakan bahwa bahkan setiap sarjana ekonomi bias saja memperluas menjadi berkali-kali lipat lebih banyak. Namun demikian, Professor Samuelson akhirnya toh memberikan pernyataan sebagai kesimpulan. Tulisnya: para ahli ekonomi sekarang telah bersepakat untuk menerima kebenaran sebuah definisi umum sebagai berikut:
Economics is the study of how man and society end up choosing, with or without the us of money, to employ scarce productive resources that could have alternative uses, to produce various commodities and distribute tehm for consumption, now or in the future, among various people and groups in society. It analizes the costs and benefit of improving patterns of resources allocation.
Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan/menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk menggunakan sumber-sumber prodktif yang langka yang dapat mempunyai penggunaan-penggunaan alternative, untuk memprodusir berbagai barang serta membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang, kepada berbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat. Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keutungan-keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber-sumber.
Sementara itu, masalah perekonomian yang paling pokok meliputi tiga masalah yang fundamental dan saling berkait, yakni what, how dan for whom goods should be produced, yang secara lengkap menunjukan hubungan yang erat antara produksi dengan konsumsi.

Lahirnya Ilmu Ekonomi
Menyelusuri cerita lahirnya ilmu ekonomi, maka kita bertemu dengan Jean Baptiste Colbert dari Perancis, yang melembagakan paham atau mazhab merkantilisme atau colbertisme. Namun, paham ini akhirnya dirombak oleh Francois Quesnay yang bersama-sama dengan Jacques Turgot mengumumkan berlakunya sistem fisiokratisme di Perancis. Mazhab Quesnay inilah yang kemudian menarik perhatian Adam Smith, sehingga akhirnya Smith menulis bukunya The Wealth of Nations yang merupakan serta memuat ide pokok mazhab liberal. Mazhab ekonomi liberal yang diumumkan oleh Adam Smith ini menentang segala bentuk campur tangan pemerintah di lapangan ekonomi. Salah satu teori Smith yang terkenal di dalam hal ini adalah Teori Tangan Gaib (the Theory of Invisible Hand). Ekonomi sebagai ilmu dinyatakan lahir bersamaan dengan saat terbitnya buku Smith itu, dan oleh karenanya Smith dinyatakan oleh orang sekarang sebagai Founder of Modern Economics.
Perjalanan ilmu ekonomi tidak berhenti dengan revolusi Adam Smith itu. Pemikirannya disusul oleh mereka yang melihat kelemahan teorinya. Para ahli ekonomi Jerman, dimotori oleh Marx, merasa amat kecewa dengan kinerja liberalism yang meletakkan rakyat kebanyakan sebagai sapi perahan kapitalis. Merekapun lalu memunculkan aliran ekonomi baru yang yang di sebut komunisme. Di Barat, muncul Aliran Keynesian menjawab kegagalan liberalism yang dimunculkan oleh Smith yang telah melahirkan malaise, dan bahkan menyebutnya sebagai “klasik”. Tetapi pemikir-pemikir Klasik malah menyambutnya dengan mamunculkan paham neoklasik.
Paham Keynesian dan neoklasik ini akhirnya diberlakukan bersama-sama oleh banyak Negara. Namun kagagalan ekonomi masih juga terjadi di mana-mana. Rupanya umat manusia sedang menunggu lahirnya sebuah aliran ekonomi baru.

Teori-teori Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu applied economics (ilmu ekonomi terapan) dan pure economics (teori ekonomi murni). Tetapi pembagian seperti itu hanyalah merupakan pembagian yang dipergunakan untuk menunjukkan peranan ilmu ekonomi, yakni untuk penerapan dan untuk pengembangan ilmu ekonomi itu sendiri.
Pembagian ilmu ekonomi yang lebih lengkap adalah seperti apa yang dikemukakan oleh Alfred W. Stonier dan Douglas C. Hagues. Di bawah ini disertakan ringkasan daripada pembagian yang mereka lakukan itu.
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif), di mana kita mengumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik) yang tertentu, misalnya; sistem pertanian dari Basutoland, atau industry katun di India.
2. Economic theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi), di mana kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan cirri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan), di mana kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dari analisis yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
Sebagai suatu keseluruhan, teori ekonomi dibagi menjadi dua bagian besar. Pembagian itu adlaha: Teori Ekonomi Mikro (microeconomic Theory) di satu pihak, dan Teori Ekonomi Makro (Macroeconomic Theory) di pihak lain. Dengan melihat namanya saja, sudahlah jelas apa yang dimaksud dengan dua pembagian itu, sebab mikro artinya adalah kecil, sedangkan makro artinya adalah besar. Tetapi, pengetahuan tentang arti kata-kata seperti itu saja tentulah belum lagi memadai. Memang, dan bahkan diantara keduanya, di antara teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro itu, terdapat perbedaan yang banyak sekali. Tetapi, perbedaan yang sekian banyaknya itu tidak akan disebutkan disini semuanya. Di bawah ini disebutkan perbeda-perbedaan yang penting-penting saja.
Pertama, perbedaan yang paling pokok antara keduanya, adalah tentang luas sempit ruang lingkupnya masing-masing. Ibarat hutan, maka teori ekonomi mikro mempelajari pohon-pohonya, sedangkan teori ekonomi makro mempelajari hutannya itu sendiri. Kalau kita berbicara tentang sebuah firm (perusahaan) yang bangkrut karena kerugian demi kerugian yang etrus menerus meninmpanya, atau karena kalah bersaing dengan perusahaan lain, atau karena apa pun, maka itu berarti bahwa kita sedang berbincang di dalm ruang lingkup teori ekonomi mikro. Sedangkan apabila kita bicarakan tentang berapa juta rupiahkan investasi yang dilakukan Indonesia dalam setahu, maka kita sedang berbicara di ruang lingkup teori ekonomi makro.
Kedua, adalah perbedaan tentang kesempatan kerja (employment) antara ekonomi makro dan teori ekonomi mikro itu. Teori ekonomi mikro menganggap (mengasumsikan) bahwa semua sumber-sumber produktif sudah bekerja dan dipergunakan sepenuhnya (full employed) sehingga tiada satu pun yang menganggur. Dengan perkataan lain, teori ekonomi mikro bertolak dari anggapan dasar bahwa perekonomian sudah berada dalam keadaan full employment. Di dalam teori ekonomi makro, yang menjadi anggapan dasarnya adalah bahwa sesuatu perekonomian tidak selalu berada dalam keadaan full employment, tetapi mungkin sekali masih terdapat pengangguran (unemployment). Di samping itu, di dalam teori ekonomi mikro dianggap pula bahwa semua barang yang dihasilkan pasi terjual abis. Tidak pernah ada barang yang tidak laku. Berapa banyakpun barang yang dibuat, masyarakat pasti membelinya habis-habis. Akibatnya, pengusaha senantiasa berada dalam posisi keseimbangan (equilibrium).
Selanjutnya, teori ekonomi mikro itu sering disebut orang dengan sebutannya yang lain yaitu Price Theory (Teori Harga). Sebutan seprti ini diberikan, sebab pada hakikatnya teori ekonomi mikro mempelajari tentang harga, yaitu tentang gerak gerik harga serta segala akibat daripadanya, dan tentangbbagaimanakah harga itu ditetapkan. Itu tidak saja berlaku untuk harga-harga output, tetapi juga untuk harga-harga input. Para ahli ekonomi yang banyak mencurahkan perhatiannya pada teori ekonomi mikro ini, antara lain adalah Leon Walras dari Austria, Vilfredo Pareto dari Italia, dan Edward hastings Chamberlin dari Inggris.
Adapun teori ekonomi makro, sering pula disebut orang dengan Employment Theory (teori kesempatan kerja). Sebab diberikannya sebutanitu karena pangkal pembahsannya yang berkisar –kisar pada kesempatan kerja. Tujuan seluruh pembahasan di dalam teori makro adalah keadaan full employment. Banyak sekali sudah buku ditulis orang dilapangan teori ekonomi makro ini. Tetapi, pokok pembahasan semua buku itu adalah buku karangan John Maynard Keynes (Lord Keynes) yang masyur: The General Theory of Employment, Interest and Money, (1936), yang seringkali disebut secara singkat The General Theory begitu saja. Tokoh-tokoh pemikir di lapangan teori ekonomi makro ini banyak pula. Di antara mereka, terdaptlah nama-nama John Maynard Keynes sendiri, serta ahli-ahli ekonomi sesudahnya, seperti D. Hamberg, Sir Roy F. Harrod, Evsey Domar, Alvin H. Hansen, dan sebagainya.
Sumber : PENGANTAR TEORI EKONOMI (Suherman Rosyidi)
Definisi Ilmu ekonomi
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani ????? (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan ????? (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi? ” The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:
? Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
? Jenis-jenis analisis ekonomi.
? Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
? Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi...”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.

Masalah Pokok Perekonomian: Kekurangan
Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara (i) kebutuhan masyarakat (ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.

Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.
Jenis-jenis Barang
1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).

Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:
1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.

Sifat-sifat Teori Ekonomi
Sifat-sifat umum dari teori-teori di dalam ilmu ekonomi. Setiap teori mempunyai 4 unsur penting berikut:
• Definisi-definisi yang menjelaskandengan sebaik-baiknya variabel-variabel yang sifat-sifat hubungannya akan diterangkan dalam teori tersebut.
• Sejumlah asumsi-asumsi atau pemisalan-pemisalan mengenai keadaan yang harus wujud supaya teori itu berlaku dengan baik.
• Satu atau beberapa hipotesis mengenai sifat-sifat hubungan di antara berbagai variabel yang dibicarakan.
• Satu atau beberapa ramalan mengenai keadaan-keadaan yang akan berlaku.

Alat-alat Analisis dalam Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam, matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Di samping itu statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.

Peranan Ahli Ekonomi dalam Kebijakan Ekonomi
Tugas dari ahli-ahli ekonomi adalah memikirkan cara-cara dengan menggunakan teori-teori ekonomi sebagai landasan untuk menghindari pertentangan yang mungkin timbul dalam mencapai berbagai tujuan tersebut secara serentak. Di dalam memikirkan cara-cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dan mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi yang yang ditentukan, analisis yang dibuat haruslah meliputi persoalan-persoalan berikut:
• Tujuan-tujuan dari kebijakan yang dijalankan.
• Cara-cara yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
• Jenis pengorbanan yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.
• Akibat buruk yang mungkin berlaku apabila suatu langkah atau kebijakan ekonomi dilaksanakan.
• Menjajaki langkah alternatif lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Teori Mikroekonomi
Teori mikroekonomi dapat didefinisikan sebagai: satu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.Isu pokok yang dianalisis dalam teori mikroekonomi adalah: bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan?

Teori Makroekonomi
Teori makroekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandang yang berbeda dengan teori mikroekonomi. Analisis makroekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam makroekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen: pengeluaran rumah tangga (biasa disebut sebagai konsumsi rumah tangga), pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya disebut sebagai investasi) dan ekspor-impor. Teori makroekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut:
• Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.
• Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.
By_ Frodo baggin in forum ekonomi

Definisi Ilmu Ekonomi
Dalam kehidupan sehari-hari, pasti Anda sering mendengar perkataan ekonomi. Coba sebutkan, apa saja yang mengandung perkataan ekonomi! Ya! Dapat juga ditambahkan, misalnya: pembangunan ekonomi, kesulitan ekonomi, golongan ekonomi lemah, pelayanan ekonomi, dan banyak lagi.
Istilah ekonomi mula-mula berasal dari perkataan Yunani. Oikos berarti rumah tangga, dan nomos berarti aturan.
Adam Smith, bapak ilmu ekonomi
Perubahan kata ekonomis menjadi ekonomi mengandung arti aturan yang berlaku untuk memnuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga. ekonomi: Peraturan rumah tangga.

Tentunya Anda akan bertanya: “ Apakah rumah tangga keluarga?” Rumah tangga dalam hal ini dapat meliputi rumah tangga perorangan (keluarga), badan usaha atau perusahaan rumah tangga pemerintah dsb.
Nah! Kapan ilmu ekonomi dikenal dan mulai dipelajari?
Sebelum orang mengenal ilmu ekonomi, raja-raja dan para cerdik pandai pada jaman dahulu menggunakan ilmu filsafat sebagai dasar untuk mengatur dan memecahkan persoalan ekonomi.
Dengan semakin pentingnya peranan ekonomi dalam kehidupan, mulailah banyak ahli yang tertarik untuk memecahkan persoalan ekonomi, karena filsafat tidak lagi sanggup memecahkan seluruh masalah yang berkembang di masyarakat.
Dalam perkembangannya, kita mengenal seorang tokoh sekaligus sebagai Bapak Ekonomi yaitu Adam Smith (1723 – 1790). Dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation, biasa disingkat The Wealth of Nation, yang diterbitkan pada tahun 1776. Secara sistematis untuk pertama kalinya Adam Smith menguraikan kehidupan ekonomi secara keseluruhan serta menunjukkan bagaimana semua itu berhubungan satu sama lain. Sejak itu jumlah pemikir ekonomi bertambah banyak, dan akhirnya ilmu ekonomi mengalami perkembangan yang pesat sebagai suatu cabang ilmu yang berdiri sendiri.
Ilmu ekonomi:Bahan kajian yang mempelajari upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Bidang yang dipelajari oleh ilmu ekonomi sangat luas, yaitu tentang tingkah laku manusia dalam masyarakat, dalam usahanya mencari nafkah dan segala apa yang berhubungan dengan itu.
Sebetulnya banyak lagi definisi yang dapat diberikan, tetapi hakekatnya sama didasarkan kepada kebutuhan manusia.
Dalam perkembangannya, ilmu ekonomi kemudian bercabang-cabang mengikuti perkembangan kehidupan ekonomi itu sendiri. Secara garis besar, perhatikan bagan pembagian ilmu ekonomi berikut ini.
Ilmu ekonomi deskriptif adalah kajian yang memaparkan secara apa adanya tentang kehidupan ekonomi suatu daerah atau negara pada suatu masa tertentu. Misalnya:
- Ekonomi Indonesia pada tahun 70-an.
- Ekonomi Jepang pasca perang dunia II.
Selain itu ilmu ekonomi juga dibahas khusus secara teori yaitu makro ekonomi dan mikro ekonomi. Ilmu ekonomi teori ini membahas gejala-gejala yang timbul sebagai akibat perbuatan manusia dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini makro ekonomi, mengkaji tentang pendapatan nasional, kesempatan kerja, pengangguran, inflasi, dsb.
Mikro ekonomi, hanya mempelajari bagian-bagian dari teori ekonomi secara lebih mendalam seperti: pembentukan harga, rumah tangga produksi, konsumen, dsb.
Cabang yang ketiga dari ilmu ekonomi adalah ekonomi terapan. Ilmu ekonomi terapan merupakan cabang ilmu yang membahas secara khusus tentang penerapan teori ekonomi dalam suatu rumah tangga produksi, misalnya: ekonomi perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dsb.
Bagaimana kaitan ilmu ekonomi dengan ilmu-ilmu yang lain? Karena perbuatan manusia sebagian besar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka ilmu ekonomi dapat dikatakan memegang peranan penting dalam kehidupan sosial.
Sumber Deni2k6’s in blog
Kesimpulan
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos, atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi dan makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Pendapat saya
Kalau dilihat dari sejarahnya sampai perkembangannya ilmu ekonomi saat ini amat sangat berguna bagi manusia, karena sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, rumah tangga, bahkan untuk pengambilan suatu keputusan.
Ilmu ekonomi menurut saya tidak hanya untuk dipelajari, tetapi diterapkan dalam kehidupan manusia. Kalau saja kita dapat dengan benar dalam memperaktekkan ilmu ekonomi di kehidupan sehari-hari, mungkin akan tercipta di Negara kita kehidupan yang sejahtera untuk masyarakatnya. Dalam mewujudkan kehidupan suatu Negara yang sejahtera bagi rakyatnya sangat dipentingkan peran serta masyarakat dan pemerintah sekitar.
Jadi intinya menurut saya ilmu ekonomi itu sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar